Traveling Ke Subang Hanya Untuk Singgahi 3 Bangunan Bersejarah

Mungkin kalau kamu mendengar kata Subang, maka kamu akan terpikir untuk mengunjungi berbagai curug, mandi air panas di Ciater, atau berkunjung ke Bendungan Cimacan. Nah, bagaimana dengan wisata kotanya? Kamu bisa mengunjungi bangunan bersejarah yang berada di tengah kota, dan tentunya bisa kamu kelilingi dalam waktu sehari saja di tiap tempatnya.

Selengkapnya

Mungkin kalau kamu mendengar kata Subang, maka kamu akan terpikir untuk mengunjungi berbagai curug, mandi air panas di Ciater, atau berkunjung ke Bendungan Cimacan. Nah, bagaimana dengan wisata kotanya? Kamu bisa mengunjungi bangunan bersejarah yang berada di tengah kota, dan tentunya bisa kamu kelilingi dalam waktu sehari saja di tiap tempatnya.

Gedung Wisma Karya

Beralamat di Jalan Ade Irma Suryani Nasution No. 2. Wisma Karya sebenarnya merupakan bangunan bersejarah yang dahulu didirikan oleh PW Hofland si saudagar kopi, di saat Belanda menguasai Indonesia. Wisma Karya awalnya dibangun sebagai tempat peristirahatan bagi kaum Belanda, juga sebagai tempat berkumpulnya para demang (sebab Hofland pernah pula menjadi demang di Subang) sehingga dulunya gedung Wisma Karya diberi nama Societe. Di tempat ini pulalah dulunya warga Belanda menonton film dan berdansa. Kini Gedung Wisma Karya sudah berada di kawasan perkantoran, tepat di depan taman kota Subang. Mengunjungi Wisma Karya, berarti kamu perlu menyiapkan perlengkapan traveling termasuk perlengkapan memotret yang memadai. Jangan sampai ada arsitektur indah dari bangunan ini yang terpaksa nggak bisa kamu abadikan nantinya.

Museum Teh Subang

Bertempat di wilayah yang terkenal sekali dengan pemandian air panasnya yaitu Ciater, Museum Teh Subang, dikeliling kebun teh yang akan membuat kamu betah untuk memomtret. Di sini, kamu bisa mempelajari sejarah teh, museum ini juga berada di sebuah bangunan bersejarah dan lebih dikenal masyarakat sebagai Gedung Buleud. Terdapat juga berbagai lukisan yang kesemuanya terbuat dari teh lho, Traveler Care. Nah … jika berkunjung ke tempat sejuk cenderung dingin begini, jangan lupa bawa Tolak Angin Care sebagai minyak angin aroma terapi dengan packaging botol roll on yang modern. Tolak Angin Care terbuat dari peppermint oil dan ginger oil sehingga akan cepat terasa hangat di badanmu.

Rumah Sejarah Kalidjati dan Museum Amerta Dirgantara Mandala

Rumah ini dikatakan sebagai saksi sejarah dunia yang bersinggungan dengan berakhirnya 350 tahun masa penjajahan Belanda di Indonesia. Dalam rumah ini tersimpan meja perundingan, juga berbagai macam artefak sejarah Subang dan lainnya. Rumah ini pun berdekatan dengan Museum Amerta Dirgantara Mandala yang menyimpan berbagai pesawat pesawat kuno. Dulu, di Kalidjati pun terdapat sebuah bandar udara yang kini telah dijadikan pangkalan militer, dan merupakan salah satu bandara tertua juga yang ada di Indonesia.

Nah Traveler Care, sesekali yuk, mengunjungi salah satu kota yang ada di Indonesia, bukan untuk mengejar destinasi wisata alamnya, melainkan wisata sejarahnya. Ingat selalu untuk menjadikan Tolak Angin Care sebagai perlengkapan traveling yang wajib kamu bawa kemana mana demi menjaga dan menghangatkan tubuhmu, serta mencegahmu dari masuk angin maupun mengatasi gatal akibat gigitan serangga. Tolak Angin Care diproduksi oleh PT Sido Muncul Tbk yang juga memproduksi Tolak Angin sebagai obat herbal terstandar untuk mencegah dan mengatasi masuk angin. Because we are a traveler care who cares of Indonesian travel.